^ Back to Top
12
Apr

Sekilas Tentang .htaccess

htaccessYeah kembali lagi bersama gue :)) yang makin ganteng tentunya B-) Wah ternyata udah lama juga gue gak update nih blog :| untungnya belum sampe jamuran :D Biasalah, habisnya lagi gak mod buat nulis, terus gak ada inspirasi juga. Ok berhubung kemarin pas ngecek di group BCC di facebook ada yang minta tutor tentang .htaccess, terus juga gue punya beberapa materi tentang .htaccess ya gak ada salahnya kayanya kalo gue tulis disini, cekidot deh langsung aja ;)

Apa itu htaccess

Secara default file .htaccess tidak akan ditemukan pada server (kebanyakan hosting disetting tidak terlihat). Berbeda dengan file server directive lainnya seperti php.ini dan dan apache configuration (httpd.conf), perintah .htaccess directive hanya berlaku pada folder tertentu. Setiap perintah yang dijalankan pada .htaccess berpengaruh pada folder dimana .htaccess itu tersimpan. Dengan kata lain, .htaccess terdiri dari banyak file. Setiap folder pada server memiliki htaccess sendiri. Tapi tidak menutup kemungkinan .htaccess pada root directory digunakan untuk setting semua environtment pada folder.

Membuat file htaccess

Untuk membuat file .htaccess sangat mudah, buka notepad kemudian ketikan perintah-perintah directive yang ingin kalian gunakan. Simpan file tersebut dengan nama “htaccess” (tanpa tanda petik). Kemudian upload ke folder yang kalian inginkan. Setelah itu silahkan rename file htaccess yang telah di upload menjadi “.htaccess” (tanpa tanda petik). Peringatan : Sebelum mulai bermain dengan htaccess, Gue saranin untuk melakukan backup pada .htaccess yang sudah ada. Hati-hati, jangan melakukan upload (menindih htaccess yang sudah ada) sehingga terjadi error yang tidak diinginkan. Jika pada server sudah ada file htaccess, kalian tidak perlu lagi membuatnya. Gunakan program ftp atau download file tersebut dan tambahkan perintah-perintah directive pada htaccess tersebut.

Apa yang bisa gue lakukan dengan .htaccess

Hampir semua perintah directive yang dijalankan pada httpd.conf dapat berjalan dengan baik. Pada .htaccess. Berikut adalah fungsi-fungsi umum htaccess yang bisa kalian gunakan:

Akses Kontrol

.htaccess sering dipakai untuk melakukan control pada file-file penting pada server sehingga orang lain tidak bisa mengaksesnya (membaca, download dll). Biasanya dipakai oleh website yang menjual sesuatu atau memberikan halaman khusus bagi membernya atau sekedar ingin menyimpan file penting pada server.

Perintah pada htaccess

#tidak ada yang boleh masuk ke folder ini
deny from all

Perintah hanya ip tertentu yang boleh masuk:

#semua dilarang masuk kecuali 192.168.1.1
order deny, allow
deny from all
allow from 192.168.1.1/24
allow from 192.168.1

Halaman Error Default Page

Salah satu fungsi kegunaan halaman error ini dapat digunakan untuk keperluan SEO. Tapi sebelum jauh melangkah ke arah tersebut, gue akan membahas dasar-dasar htaccess terlebih dahulu agar lebih mudah memahami artikel selanjutnya. Dengan adanya fungsi ini, kalian dapat memiliki halaman personal tersendiri ketika browser mendapatkan halaman error. Berikut beberapa eberapa halaman error yang sering terjadi:

404 – wrong page
401 – Authorization Required
400 – Bad request
403 – Forbidden
500 – Internal Server Error

Perintah yang bisa digunakan:

ErrorDocument errornumber /file.html

Misalnya gue mendapatkan error 404-pada halaman yang terdapat pada directory maka:

ErrorDocument 404 /notfound.html

Jika halaman yang dimaksud terletak pada subfolder maka tambahkan path letak halaman yang dimaksud:

ErrorDocument 404 /errorpages/500.html

Yang kalian perlukan adalah membuat file error untuk masing-masing halaman dan memberikan perintah pada htaccess. Kalian bisa melakukan customisasi pada setiap halaman diatas.

Melakukan Redirect dengan .htaccess

Salah satu fungsi yang sering gue gunain adalah redirect. Artinya adalah mengarahakan request pengunjung yang meminta halaman tertentu dan kita memberikan halaman lainnya (sedang dalam perbaikan atau error) baik yang ada pada server kita sendiri atau halaman pada server lain. Ini sangat berguna ketika kita mengganti url halaman tertentu. Misalnya gue menggunakan link affiliasi yang bentuknya panjang (http://klikme.com/request/memberid=1989). Gue tinggal membuat file halaman misalnya (http://liudin.com/clickme/) sehingga ketika gue mencantumkan affiliasi tersebut, maka link yang gue gunakan adalah (http://liudin.com/clickme) yang kemudian gue alihkan ke halaman http://klikme.com/request/memberid=1989. Tutorial htaccess dasar diatas akan sangat berguna ketika kita mulai melakukan optimisasi website kita.

Alternative Index File

Penggunaan perintah ini sering gue gunakan untuk meload (mengedit file index) sehingga jika terjadi error gue tinggal menghapusnya. Dan jika sudah benar gue tinggal mengganti nama file tersebut. Perintah ini disusun seperti list dimulai dari kiri ke kanan. DirectoryIndex index.php index2.php index.html index.htm index.cgi dan seterusnya.

Alasan Utama Untuk Tidak Menggunakan .htaccess

Alasan pertama untuk tidak terlalu banyak menggunakan htaccess adalah performance. Ketika AllowOverride di setting Allow, apache akan mencari setiap htaccess yang ada dalam directory. Ini berpengaruh pada performance situs kita. Tidak peduli kalian menggunakannya atau tidak (melakukan perintah directive), htaccess akan di load setiap kali ada permintaan file (jadi lebih baik menggunakan htaccess kan, toh performancenya tetap saja)

Troubleshooting

Ketika kalian menambah perintah directive pada htaccess file, dan tidak mendapatkan hasil yang diharapkan, maka santai saja. Ada yang salah dan kita akan memperbaikinya. Yang sering terjadi, perintah AllowOverride tidak di setting seperti yang kita inginkan. Tanyakan hal ini pada pengelola server kalian. Tapi sebelum itu silahkan cek dulu syntaks perintah directive yang kalian gunakan.

Kedua,jika kalian mendapatkan error ketika mencoba mengakses document, check apache error log pada server kalian. Ini akan memberitahukan banyak hal kepada kalian mengapa tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Ketiga, untuk hal-hal tertentu kita harus melakukan sedikit trick untuk mengakali server agar berjalan seperti keinginan kita. Misalnya setting php.ini. Gue bisa melakukan setting php.ini yang secara default sudah ditentukan oleh server. Dengan membuat perintah-perintah tertentu dan membuat file tambahan sehingga merubah default tersebut.

Ok mungkin segitu dulu aja ya, untuk perintah² .htaccessnya udah gue tulisin dalam bentuk PDF jadi tinggal dibaca² aja ;).

Panduan Setting .htaccess

Tweet
Copyfvck ©2010-2018 SamsulBahri.ID. All bitches reserved. Created by ThemeForest | Cracked & Tweaked by Blackshell.
ThumbSniper-Plugin by Thomas Schulte